Postingan

hukuman attitude itu untuk siapa?

nasihat klasik yang berulang ulang saya dengar, bahwa kita sering di wanti wanti utk menjaga sikap, jaga omongan didepan bos, didepan atasan, karena bisa berakibat dipandang sikap kita jelek dan bisa jadi kita diberentikan dari pekerjaan atau kalau kita sedang melamar kerja bisa jadi ditolak karena sikap yg buruk. saya tidak menganggap bahwa itu salah, tapi kadang orang melaksanakan nasehat itu secara berlebihan dan bersikap sopan santun atas dasar ingin dipandang baik oleh atasan. lepas dari pandangan atasannya kembali lagi ke watak yg sebenarnya. dari nasehat itu juga muncul orang orang yg hormat berlebihan sehingga menganggap orang yg tidak melakukan seperti dia dianggap tidak sopan.
kondisi ini pula menurut saya yg membuat orang yg berperan sebagai atasan memungkinkan berbuat seenaknya menilai bawahannya. asal menurut dia sikapnya jelek hukum, protes tidak sesuai pakem yg benar menurut pandangannya, hukum. salah ngomong, hukum. sementara kalau dia berprilaku seperti bawahannya man…

Saya seperti terlahir untuk tidak dipercaya orang

lahir di keluarga yang menurut saya jarang diskusi, pengambil keputusan adalah mutlak org tua, mungkin itu salah satu yang membuat saya jarang berbicara, apapun yg diputuskan keluarga tentang hidup saya, itulah yg saya jalani.
umur dua atau tiga tahun ayah saya meninggal dunia, tidak lama setelah itu ibu saya pergi jadi TKI ke arab, tinggalah saya yg dititipkan kepada kakek nenek.
saya tumbuh dengan menyimpan iri kepada org yg bisa tinggal bersama kedua orang tua, saya tumbuh dengan menyimpan keinginan keinginan yg tidak berani saya ungkapkan. jadilah saya si anak pendiam yg tak banyak tingkah tetapi juga terkesan tidak punya semangat hidup. didukung dengan muka saya yang memang sudah melas dari lahir atau mungkin juga karena kebiasaan menyimpan sesuatu, menyendiri jadi berpengaruh ke raut muka.
dikenal lah saya sebagai anak yg pemalu, pendiam yang karena itu, hanya utk disuruh belanja ke warung pun saya dianggap gak mungkin bisa.
di pergaulan tak jauh beda, hampir semua teman merag…

perjalanan kereta membawa saya ke masa lalu

pukul 9:28 wib, saat saya mulai menulis ini, duduk di kereta api dari stasiun wates, kulonprogo, menuju bandung yg perkiraan sampai di bandung sekitar pukul 16:30 wib.
mata saya mengarah ke setiap pemandangan yang dilewati kereta, tapi pikiran saya jauh melayang ke masa sebelum mengenal standup komedi. naik kereta tentu bukanlah sesuatu yg pantas dibanggakan haha..tapi perjalanan ini membawa saya mundur ke beberapa tahun yg lalu dimana saya blm mengenal standup, dulu tak pernah terlintas dlm pikiran, mgkn jg tdk pernah di impikan, bisa nginjak tanah indonesia selain jawa barat dan jakarta.
yang ada di otak saya hanya bagaimana bisa tetap memenuhi kebutuhan keluarga sehari hari, bagaimana gaji setiap minggu bisa nyampe ke minggu berikutnya, bagaimana menutupi kekurangan bila ada kebutuhan mendadak atau saat saya tidak punya kerjaan.
mgkn saat itu saya hampir sudah tidak punya cita2 utk hidup yg diimpikan byk orang, punya rumah, punya kendaraan bagus dll. kalaupun ada terlintas itu hany…

Membahagiakan orang tua itu sederhana

Setiap kita pasti bercita-cita untuk bisa membahagiakan orang tua kita, tapi tak jarang keinginan itu hanyalah sebatas angan-angan belaka. Kita hanya bisa meratap, menyesali diri karena tak kunjung mampu melaksanakannya.
Hal umum yang kita rasakan adalah kita merasa bahwa utk diri sendiri pun begitu sulit apalagi utk memberikan sesuatu kepada orang tua.
Permasalahan yang terjadi sebenarnya bukan pada kemampuan kita melakukan atau memberikan sesuatu, tapi kita tidak tau apa sebenarnya yg membuat orang tua kita bahagia. Kita terlalu memikirkan hal besar, yang sulit kita capai yang mana kita anggap bahwa dengan itulah kita bisa membahagiakan orang tua kita. Yang pada akhirnya kita hampir tdk pernah melakukannya karena dianggap sulit.
Ini juga lah yang saya rasakan sejak dulu, dengan keadaan hidup yang pas pasan, masa depan yg entah akan seperti apa. Terkadang saya merasa putus asa utk bisa membahagiakan orang tua, terlebih saya anak tunggal yg mana cuma saya harapan dia satu satunya.
Tap…

Opini kuli. Apa dampak dari sepiring makanan bagi kuli bangunan

Pernah gak sih terbersit dalam pikiran kita, apa dampak sajian sepiring makanan yang kita sajikan untuk pekerja bangunan terhadap kualitas bangunan dan loyalitas mereka terhadap apa yang mereka kerjakan. Tapi sebelumnya saya ingin menegaskan, bahwa apa yang saya tulis, hanya pengalaman diri saya dan dari sikap teman teman sesama kuli yg pernah saya kenal. bisa saja apa yang saya sampaikan berbeda dengan yang orang lain alami, tapi saya yakin pada umumnya akan seperti ini.
Sebagai kuli bangunan, saat kita bekerja pada seseorang, kita tau apa kewajiban kita dan apa haq yang bisa kita terima, dalam hal ini kewajiban kuli adalah menyelesaikan bangunan sesuai keinginan yang punya dan haq kita adalah menerima upah sesuai yang telah disepakati. Tapi jika kita kerja dirumah pribadi (bukan proyek besar), ada semacam kebijakan dari yang punya rumah, yaitu memberi makan, atau bisa berupa cemilan, kopi, bahkan rokok. Hal ini menurut saya berpengaruh besar, terhadap sikap para pekerja dalam melaku…

Siapa saya

26 juli 1982 kata nenek saya ini adalah hari dimana saya dilahirkan,saya sih percaya percaya aja bukan karena dia nenek saya atau bukan karena takut durhaka kepada orang tua jika saya membantahnya,alasan yang paling jelas adalah ya buat apa di permasalahkan,mau lahir tanggal satu,tanggal dua bahkan tanggal tiga puluh dua, ya apa masalahnya.
         Kata nenek saya lagi tahun di mana saya di lahirkan itu bertepatan dengan meletusnya gunung galunggung dan nenek saya selalu mengait ngaitkan kelahiran saya dengan meletusnya gunung itu setiap ngomongin masa kecil saya pasti ada cerita gunung meletus itu,jadi kalau nenek saya bercerita tentang masa kecil saya,gunung galunggung adalah bridging yang sempurna untuk memulainya.
       Masih cerita tentang masa kecil saya,di umur dua tahun bapak saya meninggal dunia,itu juga kata nenek saya dan mau tidak mau saya percaya karena saya tidak ingat waktu itu,saya tidak pernah ingat momen bersama bapak saya bahkan saya tidak pernah mengenal…